Dzikir: Tanaman di kebun syurga

Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang”. (QS.Al Ahzab:41-42)

Lebih dari dua ratus kali dzikir dosebutkan dalam Al Qur’an.Baik berupa perintah, fadhilah maupun ancaman bagi yang meninggalkannya. Tentu ini menunjukkan betapa pentingnya dzikir bagi manusia

Dzikir bisa menghidupkan hati dan membuatnya sehat. Bahkan Ibnu Taimiyah berkata,” Dzikir bagi hati bagai air bagi ikan, maka bagaimana keadaan ikan jika di keluarkan dari air?” Hanya ikan sekarat yang ingin hidup di luar air, begitupun hati yang jenuh untuk berdzikir adalah alamat ajalnya telah dekat.

Definisi Dzikir

Dalam kamus al Munawwir kata dzikir merupakan mashdar (kata dasar dalam struktur bahasa arab) dari kata dzakara yadzkuru yang memiliki beberapa arti : mengucap, menyebut, mengagungkan dan menyucikan. Jika dikatakan seseorang berdzikrullah berarti secara bahasa ia mengucap nama Allah, menyebut-Nya, mengagungkan-Nya dan menyucikan-Nya.

(yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS Ar Ra’du:28)

Dalam menafsirkan firman Allah diatas Imam asy-Syaukaniy, menyatakan bahwa yang dimaksud dengan dzikir adalah tilawah Al Qur’an, membaca tasbih,takbir, tahmid dan tauhid atau tahlil. Termasuk dzikir dengan mendengarkan bacaan dari orang lain. Imam asy-Syaukaniy memaknai dzikir dengan makna khusus. Sedangkan Sa’id bin Jubair seorang tabi’in dan beberapa ulama lain menyatakan bahwa dzikir itu bukan hanya bacaan tasbih,takbir, tahmid dan tauhid atau tahlil. Lebih dari itu segala bentuk ketaatan kepada Allah adalah bentuk dzikir kepada-Nya. Karena itulah dinyatakan bahwa Rasulullah saw senantiasa berdzikir kepada Allah dalam segala keadaan beliau.sebab beliau tidak pernah kosong dari pelbagai bentuk ketaatan kepada Allah. Adalah rasulullah begitu telah menyelesaikan satu bentuk ketaatan beliau berpindah yntuk melaksanakan bentuk ketaatan yang lain.Dan selama jeda perpindahan itupun beliau sama sekali tidak melalaikan Allah. Sa’id bin Jubair memaknai dzikir dengan makna umum, karena saat seseorang beribadah kepada Allah dengan benar, pastilah pada saat itu juga ia mengingat Allah SWT.

Hati yang Hadir

Imam an-Nawawiy penulis kitab al-Adzkar, menegaskan bahwa dzikir dengan makna khusus adalah amalan hati sebelum ia menjadi amalan lisan.Artinya kita bertasbih misalnya,kita mesti tahu makna dari tasbih itu sekaligus konsekuensi darinya. Tidak dikatakan seseorang itu bertasbih, menyatakan kemahasucian Allah, sementara dirinya merasa suci dan sombong.
Begitulah meski lisan kita menyebut nama Allah, tasbih,takbir, tahmid dan tauhid atau tahlil dan menbaca ratusan kali atau ribuan kali bacaan dzikir yang diajarkan Rasulullah, jika hati kita tidak mengerti dan menghayatinya,bacaan kita itu tak lebih berharga dari bacaan orang-orang Khawarij. Menurut nabi bacaan mereka tidak melewati batas kerongkongan alias tidak sampai ke hati. Jadi setelah kita mengerti dan mentadabburi dzikir kita sendiri, saat kita mengucapkannya, kita mesti berusaha menghadirkan hati kita.

Lebih lanjut Imam an-Nawawiy mengajarkan, jika harus memilih antara berdzikir dengan hati atau berdzikir dengan lisan, maka pertamalah yang harus kita pilih.Walau yang terbaik tentu jika kita bisa berdzkir dengan hati dn lisan sekaligus. Masalahnya, disaat tertentu kita tidak boleh melafalkan dzikir seperti di kata oleh Imam an-Nawawiy. Diantaranya saat kita mau buang hajat, saat jima’(menggauli istri) saat mendengarkan khutbah Jum’at, saat berdiri sholat, saat mengantuk/setengah sadar. Beliau menambahkan, jika ada sesuatu yang menghentikan kita dari dzikir semacam salam atau ada orng yang bersin lalu bertahmid, seyogyanya setelah menjawab salam atau mendoakan orang yang bertahmid hendaklah kita kembali pada dzikir kita.

Dengan dan Tanpa Sebab

Dzikir yang diajarkan Rasulullah ada dua : Dzikir ibtida’iy dan dzikir sababiy. Yang pertama adalah dzikir karena kita ingin berdzikir. Dzikir ini tidak terikat waktu, jumlah dan sebagainya. Yang terpenting adalah konsentrasi kita pada apa yang kita baca. Misalnya dzikir yang kita baca selama perjalanan ke masjid. Sedangkan dizkir sababiy adalah dzikir saat kita mendapati keadaan tertentu atau akan melakukan sesuatu, hal mana untuk keadaan ini Nabi mengajarkan dzikir khusus. Misalnya adalah dzkir kita saat masuk toilet, hendak tidur, seusai sholat dan sebagainya.

Wal hasil, hendaklah kita senantiasa membiasakan diri dengan berdzikir baik ibtida’iy maupun sababi. Jangan sampai kita seperti apa yang beliau sabdakan:” Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dengan orang yang tidak berdzikir kepada-Nya adalah seperti perumpamaan antara orang yang hidup dan yang mati”
(HR. Bukhori)

Inilah perumpamaan yang klimaks antara orang yang berdzikir dan tidak berdzikir. Alangkah bedanya antara orang yang hidup dengan yang mati.

Fadhilah Dzikir

1. Ketenteram Hati
Kegundahan hati bisa berakibat pada sikap dan perilaku negatif. Baik buruknya sikap seseorang sangat tergantung pada kondisi hatinya.
Rasulullah bersabda: “ Ingatlah di dalam tubuh manusia itu terdapat segumpal daging. Apabila ia baik, maka baiklah anggot tubuh seluruhnya, dan apabila ia buruk, maka buruklah anggota tubuh seluruhnya. Ingatlah, segumpal daging itu adalah hati.” (HR Bukhori dan Muslim)

Obat dari kegundahan hati agar hati menjadi tenteram adalah selalu mengingat Allah, mengerjakan amalan-amalan sholeh. Allahlah pencipta dan pemilik manusia, dan Dialah yang bisa membuat hati menjadi tenteram.
Allah berfirman (yang artinya): “(yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS Ar Ra’du:28).

Hati yang tenang akan memancarkan pemikiran yang jernih, ucapan yang baik dan perilaku yang baik pula.

2. Memperoleh Ampunan dan Pahala

Manusia sangat suliut menghidari kesalahan, khilaf maupun dosa tapi itu tidak berarti manusia seenaknya membuat kesalahan. Kita harus hati-hati agar kesalahan tidak terulang, apalagi sampai kita menggangfgap ringan dosa-dosa kecil, yang kita perbuat tanpa mau segera bertaubat. Salah satu bentuk dzikir yang mengandung permohaon ampun kepada Allah adalah istigfar. Rasululalh selalu membiasakan diri beristigfar.

Diriwayatkan oleh : Abu Hurairah r.a ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw bersabda:”Demi Allah, sesungguhnya saya membaca istgfar dan bertobat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali setiap hati.” (HR Bukhori)

Dengan dzikir kepada Allah, kita akan memperoleh ampunan atas dosa yang kit perbuat bahkan Allahm enyediakan pahala yang besar, Allah berfirman (yang artinya):” Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatan, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yag besar.” (QS Ahzab :35)

3. Diingat oleh Allah

Manusia sangat bergantung pada Allah, apalagi di akhirat nanti. Sangat mrnyrdihkan jika kitda tidak mendapat perhatian dari Allah dan Allah masa bodoh dengan kita. Padahal, perlindungan di akhirt mutlak di tangan Allah. Jika Allah tidak peduli dengan ktia laku kita akan bersandar kepada siapa?

Karean itu, dalam kehidupan dunia ini kit harus selalu berdzikir, ingat kepada-Nya, sebagai sarana membangun hubungan erat dengan Allah, supaya kelak di akhirat menjadi orang-orang yang diingat oleh Allah. Orang yang ingat kepada Allah akan di ingat pula oleh-Nya.
Allah berfirman (yang artinya):”Karena itu berdzikirlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula kepadamu), dan besyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu menngingkari (nikmat)-Ku “(QS Al Baqarah: 152)

4.Seperti Ulil Albab

Ulil Albab merupakan cendekiawan yang sangat dimuliakan oleh Allah karena ilmunya yang banyak dan ketaatannya kepada Allah. Salah satu ciri ulil albab adalah senantiasa berdzikir kepada Allah dalam setiap keadaan. Allah berfirman (yang artinya): ”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal,(yaitu) orang –orang yang bediri atau duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi, (seraya berkata), “Ya Tuhan Kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, maka peliharalah kani dari siksa neraka.” (QS Ali Imran:190-191)

5.Dzikir sebagai Furqon

Membedakan antara yang haq dan bathik merupakan kemampuan yang sangatpenting. Kemampuan ini di sebut furqon. Dengan furqon seseorang tidak akan terjebak ke jalan hidup yang salah. Untuk menmcapai kemampuan ini ddzikir merupakan cara penting untuk dilakukan.

Allah berfirman (yang artinya) : ”Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, jika mereka ditimpa was-was dari syaiton,mereka ingat kepada Allah. Mka ketikaitu juga mereka menyadari kesalahan-kesalahannya.” (QSAl A’raf :201)

6. Mendapat Keberuntungan

Setiap muslim tentu menghendaki keberuntungan dalam hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Untung di dunia dirasakan jika kehidupan yang dijalani sesuai dengan ketentuan Allah,reratur dan perbuatannya benar di mata Allah dan bermanfaat bagi orang banyak.Keberuntungan di akhirat adalah jika mempeoleh balasan dari Berupa syurga penuh kenikmatan.Ingat syurga hanya diberikan kepada orang yang beriman dan beramal sholeh dan dikehendaki oleh Allah.

Allah berfirman (yang artinya): ”Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepadaTuhanmu dengan hati yang puas lagi di ridhoi-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku dan masuklah kedalam syurga-Ku.” (QS Al Fajr :27-30)

By my wife : Irna
Maraji’:
1. Terjemahan Al Qur’an, Depag
2. Riadhus Shalikin 1, Imam Nawawiy
3. Buletin izzah” Dzikir kepada Allah” terbit 5 juli 1996
4. Majalah Ar Risalah “ Dzikir, tanaman di kebun syurga”, Desember 2005


Leave a Reply